DIMENSI FRAKTAL

DIMENSI FRAKTAL

 (Jurnal 11)

 Memen Permata Azmi

 Mahasiswa S2 Pendidikan Matematika

 Universitas Pendidikan Indonesia

 

 Melanjutkan pelajaran pada minggu yang lalu mengenai geometri fraktal, pada pertemuan keduabelas tanggal 27 November 2013 materi yang diajarkan oleh Prof. Jozua yaitu mengenai dimensi fraktal. Dimensi menurut euclid berbeda dengan dimensi menurut fraktal. Sebagaimana yang kita ketahui dimensi menurut euclid, titik merupakan dimensi 0, garis merupakan dimensi 1, persegi merupakan dimensi 2 dan kubus merupakan dimensi 3. Namun pada fraktal kita akan menjumpai dimensi yang merupakan pecahan seperti dimensi 1,2, dimensi 1,3, dimensi 2,7 dan sebagainya. Hal ini tentu mengejutkan bagi saya karena yang saya ketahui selama ini hanya yang berbentuk bilangan cacah. Tidak mudah memang memahami materi dimensi fraktal, untuk lebih jelasnya mengenai dimensi fraktal berikut rangkuman perkuliahan berdasarkan apa yang saya pahami dari penyampaian beliau, mudah-mudahan menambah pengetahuan kita mengenai ilmu geometri.

 

Untuk mempelajari dimensi fraktal terlebih dahulu kami diperkenalkan dengan objek-objek fraktal yaitu fenomena alam tidak beraturan yang sulit diukur karena kerumitannya. Salah satu contohnya yaitu dikemukakan Mandelbrot mengukur panjang garis pantai di Inggris. Gambar garis pantai tersebut tentunya memiliki kerumitan untuk mengukurnya karena bentuknya yang tidak beraturan. Salah satu cara yang digunakan untuk mengukur garis pantai tersebut adalah dengan menyiapkan penggaris yang berbeda ukuran panjangnya. Misalnya penggaris pertama berukuran 50 unit, penggaris kedua 20 unit, penggaris ketiga 10 unit dan sebagainya. Cara seperti ini tentu sulit dilakukan karena penggaris-penggaris tersebut memotong teluk dan tanjung sehingga untuk memperoleh jawaban yang tepat mungkin sulit diperoleh. Hal yang juga jadi penyebab ketidaktepatan dalam mengukur panjang garis pantai yaitu keadaan atau sifat garis pantai yang dapat berubah-ubah sewaktu-waktu ketika air laut pasang ataupun surut.

 

Selengkapnya dapat dibaca dan didownload di JURNAL GEOMETRI OK 11

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.