KETERKAITAN GARIS-GARIS SEJAJAR DENGAN SEGIEMPAT DAN SEGITIGA

Perkuliah geometri pada pertemuan keempat pada tanggal 2 oktober 2013 disampaikan oleh Bapak Dr. Endang Mulyana, M.Pd. Materi yang beliau sampaikan adalah materi dasar pada geometri mengenai keterkaitan garis-garis sejajar pada segiempat dan segitiga. Menyimak perkuliahan yang beliau sampaikan, menurut saya apa yang beliau ajarkan sangat penting karena ternyata masih banyak hal-hal yang belum saya ketahui mengenai segiempat maupun segitiga serta masih banyak terjadi kesalahan-kesalahan konsep mengenai segiempat dan segitiga baik kesalahan yang sebabkan oleh guru maupun buku pelajaran.

Tidak terlalu susah memang memahami materi ini, tetapi membutuhkan ketelitian. Disini saya akan menguraikan konsep mengenai garis-garis sejajar pada segiempat dan segitiga berdasarkan uraian yang telah di sampaikan Bapak Dr. Endang Mulyana, M.Pd. Mudah-mudahan dapat membuka pikiran kita tentang kesalahan-kesalahan konsep mengenai garis-garis sejajar pada segiempat dan segitiga yang terjadi selama ini dan dapat segera diperbaiki serta disebarluaskan.

Selengkapnya baca di JURNAL GEOMETRI OK 4

GEOMETRI EUCLID DAN GEOMETRI HIPERBOLIK

          Kuliah geometri pada rabu pagi tanggal 25 september 2013 disampaikan kembali oleh di Prof. Jozua. Materi yang beliau sampaikan mengenai geometri euclid dan geometri hiperbolik. Geometri euclid dan geometri hiperbolik terdengar asing ditelinga saya, namun setelah mendengarkan penjelasan beliau ternyata saya sudah pernah belajar mengenai geometri euclid namun istilahnya saja berbeda. Waktu S1 saya lebih mengenal geometri euclid dengan sebutan garis-garis sejajar pada sebuah bidang atau ukuran sudut dalam segitiga 180, sedangkan geometri hiperbolik merupakan hal yang baru bagi saya.

        Tidak mudah memang memahami materi geometri euclid dan geometri hiperbolik, namun untuk membuktikan teorema-teorema geometri euclid dan geometri hiperbolik secara matematis membutuhkan latihan agar menjadi kebiasaan. Disini saya akan menjabarkan penjelasan beliau mengenai geometri euclid dan geometri hiperbolik, mudah-mudahan menambah pengetahuan kita mengenai ilmu geometri.

Selengkapnya baca di JURNAL GEOMETRI 3

MENINJAU ULANG KEMBALI KONSEP GEOMETRI

Pertemuan kedua mata kuliah geometri terasa berbeda dari pertemuan pertama. Diajar oleh dua orang dosen secara bergantian memang tidak mudah, mudah-mudahan saya cepat beradaptasi dengan harapan dari dua sisi yang berbeda ini dapat menambah dan mempertajam ilmu yang saya dibidang geometri. Pada pertemuan itu kuliah disampaikan oleh Bapak Dr. Endang Mulyana, M.Pd. Banyak yang saya peroleh dari perkuliahan yang disampaikan beliau diantaranya, apa yang kami harapkan dari mata kuliah geometri di S2? Apakah level berpikir geometri kami sesuai dengan jenjang pendidikan? apakah selama ini kita sebagai guru sudah mengajarkan konsep mengenai konsep geometri secara benar?

Isi jurnal keseluruhan klik     JURNAL GEOMETRI 2

AKTIVITAS PADA PEMBELAJARAN GEOMETRI

Menyimak perkuliahan geometri rabu pagi 4 September 2013 yang di sampaikan Prof. Jozua sungguh sangat berkesan. Apa yang saya peroleh pada pertemuan pertama tersebut sangat membuka pemikiran dan rasa ingin tahusaya karena beliau menyampaikan materi geometri dengan sangat berbeda dan belum pernah saya dapatkan dari guru-guru saya sebelumnya. Tentunya akan menjadi inspirasi bagi saya dan teman-teman untuk bisa menyampaikan pelajaran geometri seperti beliau tetapi tetap dengan karakter yangkita miliki.

Apa yang berbeda dari penyampaian beliau dalam mengajarkan geometri? Yang pertama yaitu mengajarkan kita menggunakan intuisi. Dengan intuisi pemikiran kita akan terbukapada aktivitas eksplorasi, menduga-duga, memperkirakan, dan mencari tahu solusi dari suatu permasalahan. Dengan pemikiran yang terbuka dari situsi yang sederhana sebenarnya kita bisa memperoleh banyak pengetahuan. Beliau mengajarkankita agar bisa menguraikan situasi yang sederhana menjadi masalah baru yang lebih rumit sehingga kita bisa menemukan hal-hal yang baru. Yang kedua beliau mengajarkan kita menjalin komunikasi yang baik dengan siswa karena dari pertanyaan dan respon siswa mampu menghasilkan dugaan dan pengetahuan yang baru. Tanpa adanya komunikasi yang baik hal yang sederhana akan terasa rumit dan sulit untuk dikembangkan.

Berbeda dengan apa yang yang kita dapat sebelumnya, membangun masalah geometri agar mudah dipahami siswa sangatlah sulit. Mungkin sebagian diantara kita mengajarkan matematika masih menggunakan pemikiran yang tertutup, misalnya langsung pada penggunaan rumus-rumus dan cara-cara cepat tanpa kita mulai dari situasi yang sederhana terlebih dahulu.Cara demikian bisa menghilangkan konsep dan inti dari pelajaran, secara tidak langsung membatasi perkembangan siswa menggunakan intuisinya untuk melakukan aktivitaseksplorasi, investigasi, dan kegiatan uji coba secara langsung. Contoh sederhananya saja pada materi menghitung luas trapesium, cara yang paling sering diajarkan adalah memberi rumus dan mengajarkan siswa menggunakan rumus tersebut. Tentu saja siswa kehilangan konsep dari trapesium. Akan tetapi, jika siswa pada materi sebelumnya yaitu persegi panjang atau segitiga sudah diajarkan cara mengeksplorasi masalah, menginvestigasi bangun tersebut dan membuktikan sendiri rumus tersebut dengan caranya sendiri maka dengan bantuan intuisinya akan sangat membantu siswa dalam melakukan aktivitas ekplorasi, investigasi, dan mengujicobakan sendiri dari mana datangnya rumus trapesium. Aktivitas seperti ini mampu mengembangkan rasa ingin tahu siswa melalui imajinasi dan intuisinya menemukan masalah yang lebih kompleks. Pembelajaran matematika tanpa ada aktivitas eksplorasi, investigasi dan eksperime mengakibatkan proses pembelajaran menjadi tidak menarik dan susah untuk dikembangkan.

Tidak mudah memang memahami dan mengajarkan materi geometri menggunakan intuisi, disini saya akan menyampaikan ulang contoh permasalahan yang telah di sampaikan Prof. Jozua di depan kelas. Setidaknya dapat memberi inspirasi dan membuka jalam pikiran kita bahwa geometri merupakan ilmu yang sangat luas.

Selengkapnya baca di  JURNAL GEOMETRI 1

Sharing Knowledge to Each Other

Blog ini saya buat dengan tujuan “Sharing Knowledge to Each Other”, mudah-mudahan dapat memberi manfaat.

Hello world!

Welcome to Blog Civitas UPI. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!